2012/03/18

KESEHATAN MENTAL


Mental hygiene merupakan konsep yang diambil untuk istilah Kesehatan Mental. Dimana makna dari mental itu sendiri sama dengan kata Psyche (Latin: Psikis atau Jiwa). Mental hygiene merujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan Pencegahan dari kemungkinan timbulanya kerusakan mental atau malajudjusment. 

Kesehatan mental adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak memiliki keluhan terhadap hidupnya dan tumbuh dengan keadaan yang sehat secara fisik , emosional dan intelektual. Seseorang yang sehat mentalnya maka ia tidak akan mudah terganggu oleh stressor karena mereka dapat menahan diri dalam menghadapi bebrbagai tekanan yang ada. 

Kesehatan mental terkait dengan (1) bagaimana kita memikirkan, merasakan menjalani kehidupan sehari-hari; (2) bagaimana kita memandang diri sendiri dan sendiri dan orang lain; dan (3) bagaimana kita mengevaluasi berbagai alternatif dan mengambil keputusan.


Definisi Para Tokoh
Kesehatan Mental dan Ilmu Kesehatan mental memiliki banyak pengertian menurut para tokoh. Berikut adalah beberapa diantaranya.. 

Dr. Zakiah Daradjat (Kesehatan Mental, 1994)
"Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial."

Carl Witherington 
"Ilmu pemeliharaan kesehatan mental atau sistem tentang prinsip, metode, dan teknik dalam mengembangkan mental yang sehat".

Alexander Schneiders  
"Ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis dan bertujuan untuk mencapai dan mencegah gangguan mental serta ketidakmampuan menyesuaikan diri".


Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental :
A. Faktor Internal
Berasal dari dalam diri seseorang seperti sifat, bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat, baik, pemarah, dengki, iri, pemalu, pemberani, dan lain sebagainya. Contoh bakat yakni misalnya bakat melukis, bermain musik, menciptakan lagu, akting, dan lain-lain. Sedangkan aspek keturunan seperti turunan emosi, intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya.

B. Faktor Eksternal
Merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling dekat dengan seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri, kakak, adik, kakek-nenek, dan masih banyak lagi lainnya.

Faktor luar lain yang berpengaruh yaitu seperti hukum, politik, sosial budaya, agama, pemerintah, pendidikan, pekerjaan, masyarakat, dan sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental seseorang, namun faktor external yang buruk / tidak baik dapat berpotensi menimbulkan mental tidak sehat.


Karakterisitik Mental yang Sehat

Kesehatan mentalmenentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup dan juga menentukan tanggapan seseorang terhadap suatu persoalan, dan kemampuannya menyesuaikan diri. Kesehatan mental pulalah yang yang menentukan apakah orang akan menpunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif atau tidak bersemangat.

Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat mengahadapi semua rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang. Apabila kegagalan itu dihadapi dengan tenang, akan dapatlah dianalisa, dicari sebab-sebab yang dimenimbulkannya, atau ditemukan faktor-faktor yang tidak pada tempatnya. Dengan demikian akan dapat dijadikan pelajaran yaitu menghindari semua hal-hal yang membawa kegagalan pada waktu yang lain. 

Seseorang dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, yaitu:

  • Mempunyai self image atau gambaran dan sikap terhadap diri sendiri yang positif. 
  • Memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam mengatasi problema hidup termasuk stress. 
  • Mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan. 
  • Mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain. 
  • Menemukan minat dan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan. 
  • Memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya. 
  • Pengawasan diri atau memiliki kontrol terhadap segala keinginan yang muncul. 
  • Memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya.
Schneiders membagi kriteria kesehatan mental menjadi beberapa kategori. Dalam bukunya Personality Dynamic and Mental Health, ia mengemukakan kriteria yang sangat penting dan dapat digunakan untuk menilai kesehatan mental sebagai berikut:
Schneiders membagi kriteria kesehatan mental menjadi beberapa kategori (dalam bukunya Personality Dynamic and Mental Health) mengemukakan kriteria yang sangat penting dan dapat digunakan untuk menilai kesehatan mental
  1. Adequate contact with reality (Hubungan yang adekuat dengan kenyataan)
  2. Healthy attitude (Sikap-sikap yang sehat)
  3. Control our thought and imagination (Pengendalian pikiran dan Imajinasi)
  4. Integration our thought and conduct (Integrasi pikiran dan Imaninasi)
  5. Integration of motives and resolution of conflict (Integrasi motif-motif dan pengendalian konflik/frustasi)
  6. Mental efficiency (Efesiensi mental)
  7. Adequate concept of self (Konsep diri yang sehat)
  8. Feeling of security and belonging (Perasaan terhadap rasa aman dan penerimaan)
  9. Adequate ego integration (Integrasi ego yang adekuat)
  10. A healthy emotional life (Emosional yang sehat)

Untuk mengetahui apakah seseorang sehat atau terganggu mentalnya, tidaklah mudah. Biasanya yang dijadikan bahan penyelidikan atau tanda-tanda dari kesehatan mental adalah tindakan, tingkah laku atau perasaan. Karenanya seseorang yang terganggu kesehatan mentalnya bila terjadi kegoncangan emosi, kelainan tingkah laku atau tindakannya. 

Sedangkan, seseorang  yang tidak sehat mentalnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Perasaan tidak nyaman (inadequacy) 
  2. Perasaan tidak aman (insecurity) 
  3. Kurang memiliki rasa percaya diri (self-confidence) 
  4. Kurang memahami diri (self-understanding) 
  5. Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial 
  6. Ketidakmatangan emosi 
  7. Kepribadiannya terganggu 
  8. Mengalami patologi dalam struktur sistem syaraf (thorpe, dalam schneiders, 1964;61).
Ketika seseorang sakit secara fisik, maka ia akan berkonsultasi pada dokter. Begitu pula dengan kesehatan mental kita. Bila ada yang merasa mempunyai masalah, terbukalah dan bicarakan dengan orang yang dipercayai. Hal itu bukan pertanda kelemahan pribadi. Bila kamu melihat gejala tersebut pada orang lain, dorong orang tersebut untuk membicarakannya. Jangan merasa malu atau ragu untuk mencari pemecahan masalah kesehatan mental kamu pada ahlinya (konselor, psikolog klinis, psikiater).  

Setiap orang dapat melakukan langkah-langkah tertentu untuk mengatasinya. Kita cenderung beranggapan bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang berkaitan dengan kondisi dimana kita tidak bisa mengkontrol diri atau penanda kelemahan kepribadian. Persepsi tersebut tidak benar. Kita dapat melakukan sesuatu untuk membetulkan anggapan tersebut dan melindungi kesehatan mental kita. 

Tetaplah aktif dalam kegiatan-kegiatan yang positif seperti berolahraga, menjaga kebersihan serta penampilan diri karna itu semua dapat menjaga perasaan kita agar tetap positif. Kita juga dapat aktif dalam kegiatan bersosialisasi seperti mengikuti suatu klub atau komunitas maupun mengikuti kursus yang kita sukai. Jangan pernah ragu untuk terlibat di dalam suatu kelompok dengan suasana menyenangkan dan suportif. Namun jangan sampai kita terlalu lelah dengan aktifitas-aktifitas itu sendiri. Luangkan waktu untuk bersantai dan beristirahat. Penting juga untuk bisa tidur malam dengan baik atau lakukan hobi yang bisa membuat anda merasa nyaman serta relaks. Pola makan yang sehat juga harus diperhatikan, hindari minuman-minuman beralkohol & obat-obatan terlarang karena mereka tidak akan mengurangi masalah atau tingkat kekhawatiran kita. 

Hal penting berikutnya yaitu kita harus dapat menerima diri kita sendiri. Setiap manusia diciptakan sebagai pribadi yang unik dan tidak sama antara satu dgn yang lainnya. Syukuri apa yang telah Tuhan berikan, terimalah dan cintai diri sendiri secara wajar. Namun, yang terpenting dari segalanya yaitu hubungan kita dengan Tuhan. Dengan mendekatkan diri pada Tuhan kita akan merasa ada sesuatu kekuatan yang akan menolong dan harapan untuk menjadi lebih baik serta mendapat ketenangan. 

Demikian definisi kesehatan mental beserta karakteristik dan tips untuk menjaga agar mental tetap sehat. Semoga informasi yang saya berikan dapat berguna bagi halayak luas :))




Artikel ini dikutip dari:

1 comment:

  1. Terima kasih kak atas informasinya ini sangat berguna sekali
    Salam chris febriyana zamri dari https://www.atmaluhur.ac.id

    ReplyDelete